PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

 

 RESUME KE- 15

MATERI       :   Konsep Menulis Buku Nonfiksi

Narasumber  : Musiin, M.Pd

Moderator     : Dail, Ma'ruf

Gelombang    : 23


        Menulis itu menyenangkan, perlu keberanian, semangat  mulai dari hati yang
         memancarkan cahaya untuk setia  menulis.

Selamat berjumpa , para pegiat literasi , malam hari ini kita  diantar oleh moderator hebat pak Dail Ma'ruf pada  pertemuan ke 15 tentang Konsep buku Nonfiksi. Semoga kita tetap semangat dan sehat selalu dalam perlindungan Allah Yang Maha Kuasa.

Sang moderator hebat  ibu  Musiin, M.Pd melalui  motivasi yang luar biasa agar kita selalu setia dan semangat bahwa "tidak ada yang tidak mungkin bagi yang mau menulis" kata Prof  Rhenaldi Kasali, jika berpikir secara Opportuity Based kita akan selalu yakin "ada  pintu ditengah tembok rintangan, menulislah setiap hari, maka keajaipan akan datang." 
 Semoga kegiatan menulis ini menjadi berkah  sebagai  penguat iman dan imun tubuh. Semoga ilmu yang kita peroleh  bermanfaat dunia akhirat .

Bio data  narasumber:

Musiin atau biasa dipanggil Bu Iin oleh orang-orang di sekitarnya memilikihobimembacabuku, menulis, travelling  danmemasak. Ialahir di kotaTahuTakwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejaktahun1998 .

Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 1977 – 1983 di SDN Kras I Kediri. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Krasdaritahun 1983-1986 dan sekolah lagi ke SMAN 4 Kediri lulus tahun 1989. Dari tahun 1989-1994.Ia melanjutkann ke IKIP negeri Malang Jurusan Pendidikan BahasaInggris. Pendidikan Strata II ditempuh di UniversitasNegeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Satramulaitahun 2006-2009.

Kecintaan akan profesi guru Bahasa Inggris membawanya menempuh Short Course di SEAMEO RELC Singapura tahun 2015.

Pengalaman mengajar dimulai dari menjadi  dosenpada tahun 1994 di STKIP PGRI Jombang, STIE Dewantara Jombang dan tutor bagi pekerja asing di PT ChielJedangJombang.

Di lingkunganduniapendidikan, ia aktif menjadi  tim pengembang  mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilaian angka kredit guru di tingkatKabupaten Kediri

Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991.



Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak. 

Atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian.

Menulis itu menyenangkan, namun menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.

 👉Mengapa ingin menjadi penulis?

    Alasan saya ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
    1. Mewariskan ilmu lewat buku.
    2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
    3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.


  👉 Ada 3 pola dalam penulisan buku nonfiksi :
    1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke                 rumit)  Contoh: Buku Pelajaran
    2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses). Contoh: Buku Panduan
    3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada                 buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara)

        Pola yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola         Klaster. 

👉Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

 💜Langkah Pertama  Pratulis :

            1. Menentukan tema
            2. Menemukan ide
            3. Merencanakan jenis tulisan
            4. Mengumpulkan bahan tulisan
            5. Bertukar pikiran
            6. Menyusun daftar
            7. Meriset
            8. Membuat Mind Mapping
            9. Menyusun kerangka

 Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting,     pendidikan, motivasi dll.
 Pilihlah tema yang  dikuasai dan dicintai.

 Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku

 Jika ide itu datang segera ditulis, karena ide itu mudah datang dan juga mudah pergi.

👉Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.

1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

👉Tahap berikutnya membuat kerangka untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
    A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
    B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial
     A. Media Sosial
     B. UU ITE
     C. Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

👉Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

💜Langkah kedua Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

💜Langkah ketiga Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah

 💜Langkah keempat Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma

👉 Hambatan-hambatan dalam menulis 
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

👉Cara  mengatasi hambatan dalam menulis. Solusi itu ada di diri kita sendiri.
1.     Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi.

Menulislah setiap hari, berani dan percaya diri , segala pengetahuan, pengalaman,  serta wawasan akan bertambah , rasakan keajaibannya, menulis itu meninggalkan jejak keabadian .
 
TERIMA KASIH, SALAM LITERASI.


Komentar