PELATIHAN BELJAJAR MENULIS PGRI
RESUME KE- 13
MATERI : Proofreading sebelum menerbitkan tulisan
Narasumber : Susanto, S.Pd
Moderator : Muliadi
Gelombang : 23
Malam yang indah penuh harapan dan cita -cita menyimak materi yang sangat bermanfaat untuk pengetahuan dan keterampilan dalam aktifitas menulis.
Sebuah ungkapan sebagai motivasi jika kamu tidak dapat menjelaskan sesuatu dengan sederhana kamu tidak cukup memahaminya(Albert eninstein) menata kalimat yang sederhana mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
Pak D Susanto adalah guru sekolah dasar di kabupaten Musi Rawas , provinsi Sumatra selatan kelas belajar menulis angkatan 15. Beliau lebih dikenal sebagai editor dan kreator konten.
Profreading atau uji coba adalah membabaca ulang sebuah tulisan, tujuan adalah untuk memeriksa kesalahan dalam teks tersebut .
Tanda elips /titik tiga(...) dipakai untuk menujukan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog.
Menurut PUEBI selalu diikuti dengan spasi.
Dengan melakukan proofreading , kesalahan yang termasuk disini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca , ejaan termasuk konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.Berbeda dengan editing, yang dilakukan oleh editor. Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan juga harus memperhatikan isi atau substansi termasuk logika dari sebuah tulisan.
Tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan subtasi awalnya.
Mengapa harus melakukan proofreading
Proof reading merupakaan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak anda lewatkan .Termasuk blog.
Bagaimana jika dilakukan oleh penulis sendiri ?
Pastikan tulisan anda sudah jadi atau sudah selesai .
Yang sering terjadi , ketika "sedang" menulis muncul keinginan agar tulisan menjadi sempurna. munculah kekuatiran tulisan jelek tidak dapat dibaca, kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Sehinga terjebak untuk segera memperbaikinya.
Seperti seorang bloger yang segera mempublikasikan tulisannya , apa yang terjadi?
👉 Pertama, alih -alih tulisan menjadi lebih baik, dan tulisan tidak pernah jadi"sehingga tulisan menjadi kurang menarik
👉Kedua, tulisan di blog masih terdapat kesalahan (ejaan atau struktur kalimat). Meskipun, seiring dengan
Oleh karena itu, proofreading penting dilakukan, sebelum tulisan diterbitkan.
Proofreader bersifat netral. Seorang proofreader akan menilai karya penulis secara objektif .Bertindak sebagai seorang “pembaca”.
Apakah karya tulis saya sudah bisa dimengerti atau justru berbelit-belit?
Bagaimana menjadi objektif?
Agar objektif, setelah tulisan selesai, endapkan dulu beberapa jam, syukur, beberapa hari. untuk membebaskan pikiran kita dari ide yang baru saja dituangkan.
Setelah itu, posisikan diri sebagai "CALON PEMBACA" melalui beberapa langkah :
- Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
- Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
- Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat- kalimat yang ambigu.
- a. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
b.Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
c. Konsistensi nama dan ketentuannya
d. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Berhati-hatilah dalam menulis, untuk mengurangi kesalahan yang terjadi.
Sekian dan terima kasih salam literasi.
Semangat Mba Siska
BalasHapusTerus berkarya....
Terima kasih bunda
BalasHapus