1. Pembukaan
2. Paparan materi melalui chat WA grup
3. Tanya jawab
4. Penutup
BIODATA
Nama
lengkap : Sudomo, S.Pt.
Nama pena : Momo
DM
Tempat,
tanggal lahir : Sukoharjo, 27 Maret 1975
Jenis
kelamin : Laki – Laki
Pekerjaan : Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat
Pendidikan
terakhir : S1 Peternakan Universitas Diponegoro
Alamat lengkap: : Jalan Adi Sucipto Gang Perjuangan
RT 004 RW 023
Lingkungan
Baturaja Kelurahan Ampenan Tengah
Kecamatan
Ampenan Kota Mataram NTB
Nomor
HP/WA : 08175701827
Alamat
blog pribadi : www.eigendomo.com
Akun media
sosial :
a.
Facebook : Mazmo Lombok
b.
Twitter /Instagram : @momo_DM
Kiat menulis fiksi:
👉 Mengapa harus belajar menulis fiksi
1. Dalam AKM merupakan tulisan fiks
2. Dapat menyembunyikan dan menyembukan luka, dengan menyuarakan isi hatinya, melalui tokoh- tokoh yang dicipakannya
3. Merupakan media pembelajaran aIternatif yanga menyenagkan murid, terutama tentang pengembangan materi karakter dan pengayaan
4. Bisa menjadi poin dan koin , jika di kumpulkan menjadi sebuah buku
👉Apa syarat bisa menulis fiksi
1. Komitmen, dan niat yang kuat untuk belajar menulis fiksi
2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset, agar tulisan menjadi lebih nyata misalnya latar tempat.
3. Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain.
4. Melajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.
5. Memahami dasar- dasar menulis cerita fiksi
👉Apa saja unsur- unsur pembangun cerita fiksi
1. Tema yang merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai.
2. Premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.
3. Alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.
4. Penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
5. Kelima, latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.
6. Sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
👉 Bagaimana kita menulis cerita fiksi
1.Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.
2. Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.
3. Terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.
4.Outline/kerangka karangan.
*Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
* Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita
* Membuat premis sesuai tema
* Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya
* Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh
dengan baik
* Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
* Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
5. Mulailah menulis.
Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
* Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan
baik dengan cara memaparkan secara jelaskepada pembaca
*Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh
*Menggunakan pertimbangan logis agar tidak
cacat logika dan memperkuat imajinasi
* Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas
* Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)
* Membuat ending yang baik
6.lakukan swasunting.
Dilakukan setelah selesai menulis;
* Jangan menulis sambil mengedit;
* Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah,
aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;
* Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting
tulisan sendiri;
* Menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia (PUEBI).
Mantap tetap semangat untuk selalu berliterasi
BalasHapusTerima kasih Bu .atas motivasinya
HapusLuar biasa,...yuk menulis fiksi. Salam literasi
BalasHapus