MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU

RESUME KE- 7 

MATERI : MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU

Narasumber  : Prof. Richardus Eko Indrajit

Moderator     : Aam Nurhasanah, S. Pd

Gelombang    : 23


Ada bakat juga talenta, dari Bapak menular ke Anak
Ibarat tanah yang subur menghasilkan buah berlimpah 
Semoga para pegiat literasi  menjadi harapan  Nusa dan bangsa,
Terima kasih sang inspirsi , pengorbananMU selalu kukenang.

Bermanfaat bagi  orang banyak bukanlah hal yang mudah gampang. Hal ini para pakar dan narasumber hebat sudah merasakan, mengalami dalam melewati beragam tantangan dan cobaan.

Pertemuan ke- 7 dimulai pukul 18.30 dengan moderator hebat ibu Aam Nurhasanah   dan 
Prof. Richardurs Eko Indrajit  sebagai narasumber. Malam ini tak dapat kubayangkan mengapa , oh mengapa aku hadir di tengah orang hebat dan pakar. Untuk sharing beragam pengalaman dan perjuangan yang tangguh, ulet  menjadi orang sukses, berhasil menjadi penulis hebat ,mantap dan luar biasa dalam  setiap pengorbanan  yang tulus.

Malam ini kita diajak oleh moderator untuk mengambil kesempatan menulis bersama Prof  Ekoji hingga menembus penerbit mayor.

Berikut adalah profil narasumber :

Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., MA.,M.Phil.,M.Si (lahir di Jakarta24 Januari 1969) atau Eko Indrajit adalah seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita.[1]
Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA
Richardus Eko Indrajit.png
LahirRichardus Eko Indrajit
24 Januari 1969 (umur 53)
Bendera Indonesia Jakarta,Indonesia
PekerjaanAkademisi
IstriLisa A.Riyanto
AnakSatria Amadeus Indraputra, Tiara Audrey Reinaputri, Trisha Agatha Elenaputri, dan Theana Alexandra Mariaputri
PENDIDIKAN Richardus Eko Indrajit menempuh pendidikan sarjana hingga menerima gelar insinyur dengan predikat cum laude dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Indonesia dan Master of Applied Computer Science dari Harvard University (Amerika Serikat). Selain itu, ia menempuh studi di Maastricht School of Management (Belanda), Leicester University (Inggris), STIKOM London School of Public Relations (Indonesia), dan menerima gelar Master of Information Technology di Swiss-German University (Indonesia). Gelar Doctor of Bussiness Administration diperoleh dari the University of the City of Manila (Filipina) dan The University of Information Technology and Management (Polandia). Ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang Komputer di Perbanas Institute.[4] Pada tahun 2021, ia menyelesaikan studi Doktor Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta.
Beliau dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun luar negeri. Kini, ia tercatat sebagai salah satu anggota Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia dan menjadi Ketua Smart Learning and Character Center (PSLCC) PGRI yang berperan melakukan pengembangan profesi guru dan pendidikan karakter berbasis teknologi dan informasi.

Tahun 1999  berusia 30 tahun mulai senang menulis , atas desakan sejumlah mahasiswa yang tak sanggup membeli buku- buku luar negeri,  saat itu nilai dolar melambung tinggi.
Berkat kasih yang tak terbatas bagi siswa,  beliau membaca buku-buku bahasa Inggris mengenai IT di perputakaan, menemuakan gambar yang menarik, meringkas, menerjemahkan ke bahasa Indonesia  serta menjelaskan artikel gambar dalam 3-5 halaman.

kurang lebih 3 bulan menghasilkan 50 artikel dijadikan dalam satu buku bunga rampai (campuran artikel seputar IT) dan mengirim ke Gramedia. Banyak mahasiswa yang berminat sehingga muncul ketagihan menulis.

Peristiwa yang menarik, selalu diundang untuk memberikan seminar  di sejumlah kota - kota di Indonesia.

Tahun 2000, berkonsisten menulis  2-3 buku dalam setahun.
 Selain penerbit Elekmedia Komputindo  juga ada buku yang sangat populaer berjudul E.Government oleh penerbit ANDI

Saat pandemi , bekerja sama  dengan guru - guru sebagai asesor di Universitas Ahmad  Dahlan dalam penulisan buku.

Saat bekerja sebagai asesor diminta untuk berwawancara dengan mahasiswa UAD bernama Ardiansyah sorang mahasiswa yang pintar dan kritis, bersama teman -temannya yang sedang ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software- software gratis yang berkembang sebagai bentuk "protes" dari komunitas programer dunia atas dominasi Microsofl yang berbayar mahal.
Ardiansyah memiliki 20 teman masing -masing ahli di satu software open source, memiliki  harapan Indonesia akan maju jika menggunakan software gratis itu.

Di sebuah warung  dekat bandara Adi sutjipto beliau membuat " Ide gila "menyuruh mahasiswa  menulis sesuai bidang ahli masing-masing, kemudian dibukukan untuk mempulikasikannya.
buku yang ditulis mahasiswa UAD tersebut disepakati untuk diterbitkan, mahasiswa terkejut, dunia persilatan heboh, Rektor UAD terkejut karena keberhasilan mahasiswanya berhasil menulis buku.

Inilah kumpulan buku yang ditulis bersama  para mahasiswa:



Ketagihan menulis semakin meningkat karena besar manfaatnya bagi masyarakat , berkolaborasi dengan  banyak penerbit, selain penerbit Elekmedia Komputindo dan penerbit ANDI juga dengan penerbit Grasindo dan lain-lain.

Berguru dengan penerbit ANDI  di Yogyakarta untuk membedah buku yang berjudul E- Bussines.Dan belajar bagaimana  cara membuat buku agar laku di pasaran dan diminati masyarakat.

Berduet bersama ayah yang sudah pensiun, bercita -cita mendarmabaktikan pengalamannya  bekerja sebagai ahli logistik dengan cara menerbitkan buku. Lahirlah buku-buku fenomena terbitan berbagai penerbit mayor seperti : 
    👉 Supply chain management, 
    👉 Manajemen persediaan, 
    👉 Manajemen outsourcing, 
    👉 Manajemen e-procurement, 
    👉 Business process reengineering.

Bukti cinta bagi dunia perguruan tinggi di Indonesia berduet menuliskan buku :
    👉 Manajemen Perguruan Tinggi Moderen 
    👉 Welath Management bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.

 Akhirnya pandemi melanda dunia semua di rumahkan ide pun muncul MENULIS BUKU MAYOR DALAM DUA MINGGU .
 
Kesimpulan ; 

Menulis itu berkah, bermanfaat bagi banyak orang . Tulislah mulai dari diri sendiri apa yang dirasakan, diinginkan, dan apa yang hendak dilakukan , teruslah berkolaborasi dengan orang yang pakar atau ahli,berjuang untuk bangkit dari kerapuhan, berguru dengan  banyak penerbit,  selalu sabar, karena kesabaran dapat melahirkan orang bermartabat,  ingat pesan sang Blooger, ispirator dan motivator yang mempunyai mantra ajaib dari om Jay " Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi "
  
Terima kasih salam litersi.

Komentar

Posting Komentar